Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Jelang Pemilu 2024 : Hukum itu produk politik untuk mencari keuntungan, benarkah ?

Gambar
Hukum sering diartikan sebagai alat bagi sebagian orang. Hukum di sini memantapkan dirinya sebagai instrumen untuk mencapai tujuan negara, yang digunakan oleh pemerintah untuk menciptakan tatanan hukum nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa. Pernyataan “hukum adalah produk politik” adalah benar bila secara konseptual didasarkan pada haknya. Memang, ketika hukum dikonseptualisasikan sebagai hukum, tidak dapat dikatakan bahwa hukum adalah produk politik karena ia merupakan kemunculan, formalisasi, atau legitimasi kehendak politik yang bersaing, baik melalui kompromi politik maupun keunggulan kekuatan politik terbesar. Hal ini dibenarkan oleh kenyataan bahwa negara kita memiliki tujuan yang ingin dicapai, dan upaya untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan undang-undang sebagai instrumen sejalan dengan perkembangan masyarakat dan negara kita. Saya sependapat dengan Mahfud MD yang menyatakan bahwa hukum adalah instrumen yang diperkuat oleh “sistem politik Indonesia” dari Inu Kenca...

Polemik Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Sebagai Upaya Terjadinya Setting Inklusif

Gambar
Hasyim Asyari, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), mengeluarkan pernyataan kontroversial setelah penyelenggara pemilu melakukan kecurangan dalam proses verifikasi partai politik. Bagaimana tidak, Hasyim mengomentari proses uji materi Undang-Undang DPR Nomor 7 Tahun 2017 (UU Pemilu) di sebuah acara akhir Desember lalu, mengatakan bahwa pemilu berikutnya bisa saja digelar melalui mekanisme proporsional tertutup.  Ini tentu bukan kali pertama Hasyim melontarkan pernyataan aneh tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pertengahan Oktober, dia terkenal menyuarakan dukungan untuk sistem perwakilan proporsional tertutup berdasarkan desain elektoral. Padahal, KPU RI sebagai lembaga berwenang melaksanakan aturan hukum, bukan mengeluarkan pendapat yang menyimpang dari amanat undang-undang pemilu. Karena peristiwa ini, wajar dan bisa dimaklumi jika sebagian besar masyarakat dan parpol mengecam keras Hasyim. Empat aspek penting dari sistem relatif tertutup telah dijel...

Ini Cerita-ku Mengenai Keberagaman || Menepis Prasangka Mengedepankan Kolaborasi Dalam Merawat Toleransi

Gambar
Writer : Jamaludin SADAP INDONESIA atau yang biasa dikenal dengan Satu Dalam Perbedaan merupakan komunitas toleransi yang diriku ikuti sejak mengikuti salah satu programnya yaitu TEPELIMA Kalbar Batch 3. Sejak mulai keikutsertaan diriku dalam program Temu Pemuda Lintas Agama (TEPELIMA) tahun 2020 ini, banyak sekali ilmu yang di dapati dari berbagai sudut perspektif teman-teman yang berbeda keyakinan antara diriku dengan yang lainnya. At least dari kegiatan ini banyak merubah total stereotif ku dari segi keberagaman dalam beragama. Mulai sejak itulah, diriku ingin turut andil bagian dalam memperjuangan toleransi terkhususnya dari isu- isu marginal dan persekusi yang dilakukan oleh media mainstream untuk menyudutkan kelompok minoritas. SADAP sebagai komunitas NGO yang berdiri di Kota Pontianak, Kalbar ini memberikan kesempatan dan ruang untuk diriku ambil bagian sebagai penggiat isu intoleran untuk keberagaman terkhususnya mengenai problematika dan diskriminasi yang terjadi di daerah ka...

Kawal Bersama 2023 || Dukung Penuh Pengesahan Draf Ranperda Penyelenggaraan Toleransi Dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kota Pontianak

Gambar
Penulis : Jamaludin Meraki Wacara.  Mengawali tahun 2023, Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA) bersama FKUB Kota Pontianak, Jaringan Pontianak Bhineka dan diusung bergandengan dengan para pemangku kepentingan lain di Kota Pontianak. Kembali gencar melakukan kampanye aktif terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai Penyelenggaraan Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kota Pontianak agar segera disahkan. Sebelumnya pada 3 November 2021 telah disahkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (propomperda) Kota Pontianak Tahun 2022 oleh DPRD Pontianak. Dari dua puluh lima rancangan peraturan daerah yang diusulkan, satu diantaranya adalah usulan ranperda toleransi ini. Dimana pada September 2021 draft ranpeda telah diserahkan ke Badan legislasi Daerah di Gedung DPRD Pontianak. Karena itu sebagai tindak lanjut penyelarasan draft raperda, dilakukan kampanye dan diskusi terbuka bersama para  stakeholder  pada tahun 2022. Penulis menyadari sekali pentingnya dari Ran...

Sobat KKB Indonesia Kecam Stakeholders Pemerintahan Terkait Pembubaran Jalsah Salanah Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Timur

Gambar
Sumber : Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama Meraki Wacara.  Pada tanggal 5 Januari 2023, aparat bersama kelompok masyarakat membubarkan paksa acara Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Timur di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang rencana awalnya diadakan tanggal 6-8 Januari 2023 akan dihadiri ole 401 orang jamaah Ahmadiyah se-Jawa Timur. Jemaah rencananya akan dinapkan di 6 hotel di sekitar sana. Sekitar pukul 14.30 tanggal 5 Januari 2023, panitia Jalsah Salanah Jawa Timur dihubungi oleh pihak Poles Ponorogo untuk bertemu di Penginapan Tlogorejo Satu, tempat pelaksanaan kegiatan Jalsah Salanah Jatim. Pihak Poles Ponorogo datang ke lokasi bersama 40 orang lebih diantaranya tokoh masyarakat, camat Ngebel, perwakilan ormas, MUI Ponorogo, dan lainnya. Mereka meminta agar acara dibatalkan dengan landasan SKB 3 menteri terkait Ahmadiyah dan fatwah MUI. Hasil pertemuan it adalah melarang Jalsah Sa...

You Will Never Know Your Limits Without Trying to Start

Gambar
Writer  : Jamaludin Hai guys🤩👋🏻, eiits, do you know that sometimes we always feel insecure about the limits of our abilities?  So, here I am, I want to convey that such things are natural and expected as human nature. But, there is an essential thing that you should know, that each of us has given its advantages and disadvantages. So, why do we grieve for our shortcomings? We should realize that it is not always the lack that makes us stagnant and cannot grow from the other things. Well, I want to share a story with you guys, so I used to be an apathetic person. In the past, I didn’t want to know and care about the environment and didn’t want to take risks at all. Instead, I always stay in my comfort zone and relax. So, in the condition of being cornered and ostracized, I was once seen as unreliable and unresponsive. Well, this is a tight slap for me in response to their rude remarks. But, I don’t want to reply to their words that insult me, but I use it as a motivation to...